Selasa, 11 Oktober 2016

Aku tidak takut,karena Allah Maha Mengtaklukkan



Aku tidak takut,karena Allah Maha Mengtaklukkan

Hidup itu sangat sederhana , seperti ada nya malam dan pagi akan menawarkan mentari. Hidup tidak mungkin selalu sedingin Es, atau sebasah hujan dengan diiringi badai yang bergemuruh.

Hidup adalah suatu anugrah yang harus kita syukuri, yang harus kita perjuangkan, yang harus kita relakan.
Dalam hidup, kita sendiri yang membuatnya rumit, membuatnya galau, membuatnya terasa menyakitkan. Padahal dibalik badai pasti ada pelangi yang menyambut, dan dibalik dinginnya Es pasti ada bunga yang bersiap-siap untuk tumbuh. 

Aku Tidak Takut…

Bukan berarti Aku Benar Benar Merelakanmu. Tapi aku coba untuk menenangkan kegelisahaan yang selama ini hadir dalam fikiranku.

Aku Tidak Takut…

Sebenarnya Menunjukan Dimana Rasa Takut itu. Aku Tidak Sekuat ini membuktikan kalau aku benar benar Sangat Takut Kehilanganmu
Tapi hidupmu milikmu seutuhnya, aku hanya seorang yang berharap menjadi bagian dari hari hari mu. Aku yang selalu berdoa tanpa kau tau agar hari hari itu menjadi nyata. Aku yang selalu gembira, hanya dengan melihat keseharianmu di media sosial tanpa kau tau. 

Meski bibir tak berkata, bukan berarti ku tak merasa. Kalau rasa ini  mungkin tidak akan terbalas sesuai dengan harapan yang ku simpan. 

Ikhlas ku bersama mu,  jika seandainya hari itu tiba dan di sampingmu bukan aku.

Dan Akhirnya



Dan akhirnya . . .

Tanpa terasa beberapa bulan telah berlalu. Tanpa saling memberi kabar. Tak pernah berani sedikitpun membayangkan bagaimana sakitnya perasaan saat itu. 
Tak pula sampai hati berandai jika aku yang berada dalam posisi nya. Yang aku tau pasti, aku dan dia telah berbeda, bermain dengan perasaan lalu pergi entah kemana. 

Merasa bersalah ? masih. Bahkan sampai sekarang
Betapa kuat nya menahan diri, menahan untuk tidak menghubungi. Apalagi saat melihat dia . satu untaian kata sekedar ucapan salam sapa pun aku tak bisa mengungkapkannya. Biarlah yang berlalu tetap berlalu .

Akal sehatku masih menguasai diri ku

Berharap agar hati ini sembuh sendiri, masih berandai bahwa hal ini tak pernah terjadi. Sungguh ini menyakitkan, setiap kali mencoba mengabaikan , memori tentangnya seolah datang keroyokan. 

Kamu tau kan.?” Kita tak pernah bisa benar benar melupakan, yang ada hanya berpura pura lupa atau mencoba berdamai dengan perasaan. Jangan mengulanginya lagi, karena luka yang dulu belum tentu sudah terobati.
#hijrahmenujucintayangberkah

Hati yang tergoyah akan kata sapaan masa lalu

Hati yang tergoyah akan kata sapaan masa lalu

Hal yang paling menakutkan adalah ketika engkau sudah berusah untuk melupakan namun ingatan itu masih kuat tuk mengenang kisah tentangnya
.
.
Mungkin beberapa orang sedang merasakannya termasuk diri ku ini. Sudah berapa kali untuk mencoba namun kadang di gagalkan oleh kenangan yang tak sengaja diciptakan dan itu salah satu takdir dari-NYA, yang telah mempertemukan hambaNya tuk saling mengenal satu sama lain.
.
.
Sebenarnya aku tak ingin menceritakan bagaimana kita bisa bertemu walau jarak tak mungkin untuk bertemu. Yang pasti pertemuan itu memiliki akhir yang tak begitu indah di ujung akhir cerita ini.
.
.
Yang awalnya selalu tersenyum tiba tiba air mata hadir untuk mengakhirinya. Yang awalnya menggebu gebu untuk ingin berjumpa walau lewat do’a namun do’a itu seketika berubah tuk meminta rasa ikhlas.
.
.
Semua nya telah berubah, tak ada yang bisa menuntut ketika takdir telah berkata lain dari yang aku harapkan, mungkin inilah yang disebut  “Setiap Pertemuan Pasti Akan Ada Sebuah Perpisahan”. Pepatah yang sering diucapkan bagi orang orang yang telah berpisah entah karena jarak, waktu ataupun kematian.
.
.
Yang aku tau dari pertama kalinya kita bertemu, aku dan dirimu memang telah berpisah oleh jarak dan waktu. Dan itulah yang membuatku tak ingin terlalu memikirkanmu, karena yang aku takutkan ketika aku telah kehilangan semua tentangmu tiba tiba hadir namun bukan lagi dirimu yang pernah membuatku bimbang akan perasaanku padamu.
.
.
Namun orang lain yang hanya singgah untuk memberitaukan tentang kabar bahwa dirimu telah tiada untuk selamanya didunia ini. Kematian, berpisah karena kematian. Kematian yang menjadi rahasia dariNYA, kematian yang dapat memberi rasa sakit untuk orang yang telah ditinggalkan berkatnya walau semua akan kembali padaNYA.

Rindu yang berbunyi melalui Doa



Rindu yang berbunyi melalui Doa

Bagaimana caranya Menyampaikan rindu yang belum saatnya kau tau
Bagaimana caranya Mengutarakan suara yang bergaung keras menyebut  namamu
Sedangkan aku Malu pada Rabbku . . .

Biarlah kau tak tau
Biarlah cukup aku yang mengadu  kepada-NYA
Karena meski jarak dan waktu berdiri di tengah tengah antara kau dan aku
Dia senantiasa mendegar kata Rindu ku yang berbunyi doa doa ku

Aku hanya perlu terbangun dan berdoa di sunyinya malam
Menaruh asa dan meminta hanya kepada-NYA
Dan alangkah bahagianya aku, jika disaat yang sama kau pun terbangun membasuh diri dengan air wudhu seraya bersimpuh memohon pada-NYA

Dan semoga disaat itulah doamu dan doaku bertemu dengan harapan yang sama
Doa dimana Rindu yang berbunyi didalam doa menjadi nyata